Wisata Mangrove Dengan Pendekatan Regeneratif Edutourism Di Desa Wisata Kelan, Badung, Bali

Authors

  • Dewa Putu Oka Prasiasa Universitas Dhyana Pura, Bali, Indonesia Author

Keywords:

Wisata Mangrove, Regeneratif Edutourism, Desa Wisata Pesisir, Konservasi, Abrasi Pantai

Abstract

Desa Wisata Kelan memiliki potensi wisata mangrove, wisata bahari, dan wisata kuliner. Wisata mangrove telah berjalan, namun belum memberikan dampak pada pendapatan masyarakat setempat. Masalah ini diatasi dengan Pelatihan Persiapan Paket Wisata Mangrove untuk Kelompok Nelayan Tanjung Sari. Metode pelatihan yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif, yaitu kombinasi penelitian sosial dan kerja pendidikan dengan menggunakan konsep penelitian partisipatif. Hasil pelatihan tersebut adalah sebagai berikut: K1 (Konsep Dasar dan Komponen Paket Wisata) nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 50, dan setelah pelatihan nilai rata-rata meningkat menjadi 70 atau peningkatan sebesar 40% dari sebelum pelatihan; K2 (Penelitian Destinasi dan Daya Tarik Wisata) nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 70, dan setelah pelatihan nilai rata-rata meningkat menjadi 90 atau peningkatan sebesar 28,57% dari sebelum pelatihan; K3 (Teknik Penyusunan Itinerary) nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 60, dan setelah pelatihan nilai rata-rata meningkat menjadi 80 atau peningkatan sebesar 33,33% dari sebelum pelatihan; K4 (Perhitungan Harga dan Pembiayaan) nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 60, dan setelah pelatihan nilai rata-rata meningkat menjadi 80 atau peningkatan sebesar 33,33% dari sebelum pelatihan; dan K5 (Pengemasan, Branding, dan Pemasaran) nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 70, dan setelah pelatihan nilai rata-rata meningkat menjadi 90 atau peningkatan sebesar 28,57% dari sebelum pelatihan. Untuk mendukung pengembangan desa wisata dengan konsep pariwisata regeneratif, edutourism regeneratif merupakan solusi yang perlu diimplementasikan oleh Desa Wisata Kelan termasuk desa wisata lainnya di daerah pesisir, khususnya untuk melakukan konservasi mangrove guna mencegah abrasi pantai yang belakangan ini semakin mengkhawatirkan di Bali.

References

Aqsa, A. (2019). Panduan Participatory Action Research (PAR). https://alghif.wordpress.com/2013/10/19/panduan-participatory-action-research-par/

Bellato, L., & Pollock, A. (2023). Regenerative tourism: a state-of the-art review. Tourism Geographies, 1–10. https://doi.org/10.1080/14616688.2 023.2294366

Bodger, D. (1998). Leisure, Learning, and Travel. Journal of Physical Education, Recreation & Dance, 69(4), 28–31. https://doi.org/10.1080/07303084.1998.10605532

Fuady, A., Amirulloh, A., Yuspriyono, Y., Aryanto, A., Basyiruddin, M., Abidin, Z., Meidiansyah, M. Y., Maliya, I. A., Maisyaroh, I., La Dana, N., & Khoirini, N. (2020). Revitalisasi Dan Pelestarian Sumberdaya Air Pada Masyarakat Desa. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(3), 207–211. https://doi.org/10.33474/jp2m.v1i3.6482

Heriyanto, Debbie Yuari Siallagan, & Sulaiman. (2020). Peran Pemerintah dalam Pengembangan Teluk Berdiri sebagai Objek Ekowisata di Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat. EDUTOURISM Journal Of Tourism Research, 2(02), 8–16. https://doi.org/10.53050/ejtr.v2i02.134

Hui, X., Raza, S. H., Khan, S. W., Zaman, U., & Ogadimma, E. C. (2023). Exploring Regenerative Tourism Using Media Richness Theory: Emerging Role of Immersive Journalism, Metaverse Based Promotion, Eco-Literacy, and Pro-Environmental Behavior. Sustainability (Switzerland), 15(6). https://doi.org/10.3390/su15065046

Pusparini, G. (2018). Program Pelestarian Budaya Edutourism pada Taman Baca Masyarakat Eco Bambu Cipaku. Universitas Pendidikan Indonesia.

Prasiasa, D.P.O., Udiyana, I.B.G., Mahanavami, G.A., Karwini, N.K. (2023). Assistance in Developing the Baha Tourism Village, Bali. Journal Community Empowerment, 8(5), 568-578 https://doi.org/10.31603/ce.7294

Prasiasa, D.P.O., Widari, D.A.D.S. (2024). Pro Poor Tourism Di Desa Wisata. Denpasar: Pustaka Larasan. ISBN 978-623-8161-91-1

Sagala, S. (2006). Konsep dan Makna Pembelajaran; Untuk Membantu Memecahkan Problematikan Belajar dan Mengajar. Alfabeta.

Smith, A. (2013). The role of educational tourism in raising academic standards. African Journal of Hospitality, Tourism and Leisure, 2(3), 1–7.

Widari, D.A.D.S., Prasiasa, D.P.O. (2026). Beyond Sustainability: Assessing the Regenerative Margins and Community Participation Gaps in Serangan Tourism. Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality, 9(1), 27-40. http://dx.doi.org/10.31940/jasth.v9i1.27-40

Winarto. (2016). Pengembangan Model Wisata Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Dengan Pendekatan Saintifik Di Brebes Selatan Sebagai Alternatif Model Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Pendidikan Dasar, 6(2), 32–48. https://doi.org/10.58436/jdpgsd.v6i2.6

Zaman, U. (2023). Seizing Momentum on Climate Action: Nexus between Net-Zero Commitment Concern, Destination Influencer Competitiveness, Marketing, and Regenerative Tourism Intention. Sustainability (Switzerland), 15(6). https://doi.org/10.3390/su15065213.

Downloads

Published

2026-04-01

How to Cite

Prasiasa, D. P. O. (2026). Wisata Mangrove Dengan Pendekatan Regeneratif Edutourism Di Desa Wisata Kelan, Badung, Bali. Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia, 2(2), 127-135. https://ojs.baliacademicpublishing.com/index.php/JPDRI/article/view/142