Digitalisasi Informasi Koleksi Museum Ogoh-ogoh Mengwi Sebagai Penguatan Pariwisata Budaya
Keywords:
Digitalisasi Informasi, Museum Ogoh-Ogoh, Pariwisata Budaya, Wisata Edukatif, Pengabdian MasyarakatAbstract
Keterbatasan penyampaian informasi koleksi menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan Museum Ogoh-Ogoh Mengwi sebagai destinasi wisata budaya. Museum yang menyimpan 32 unit koleksi Ogoh-Ogoh ini dikelola secara mandiri dengan sumber daya manusia yang terbatas, sehingga belum mampu memberikan layanan edukasi yang optimal bagi wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendigitalisasi informasi koleksi museum sebagai upaya penguatan pariwisata budaya berbasis edukasi. Metode pengabdian dilakukan melalui observasi lapangan, pengumpulan data literasi budaya, penyusunan narasi koleksi, serta implementasi sistem scan barcode pada setiap unit Ogoh-Ogoh. Informasi digital disajikan dalam bentuk konten visual dan narasi singkat yang dapat diakses langsung oleh pengunjung melalui perangkat gawai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa digitalisasi informasi koleksi mampu meningkatkan aksesibilitas informasi, memperbaiki kualitas pengalaman wisata edukatif, serta membantu efisiensi kerja pengelola museum. Program ini juga memberikan solusi atas keterbatasan pemandu wisata dan mendukung pelestarian nilai filosofis Ogoh-Ogoh agar tetap relevan di era digital. Dengan demikian, penerapan sistem scan barcode di Museum Ogoh-Ogoh Mengwi berkontribusi positif dalam memperkuat daya tarik pariwisata budaya dan keberlanjutan pengelolaan museum berbasis komunitas..
References
Buhalis, D., & Amaranggana, A. (2015). Smart tourism destinations: Enhancing tourism experience through personalisation of services. Information and Communication Technologies in Tourism 2015, 377–389. https://doi.org/10.1007/978-3-319-14343-9_28
Buhalis, D., & Law, R. (2008). Progress in information technology and tourism management: 20 years on and 10 years after the Internet—The state of eTourism research. Tourism Management, 29(4), 609–623. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2008.01.005
Kindon, S., Pain, R., & Kesby, M. (2007). Participatory action research approaches and methods. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203933671
Pretty, J. N. (1995). Participatory learning for sustainable agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263. https://doi.org/10.1016/0305-750X(95)00046-F
Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of Hospitality and Tourism Management, 36, 12–21. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2018.03.005
Sutrisna, I. K., & Artadi, I. K. (2019). Ogoh-ogoh sebagai media ekspresi seni dan identitas budaya Bali. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 34(3), 401–409. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.783
Timothy, D. J., & Boyd, S. W. (2003). Heritage tourism. Pearson Education. https://doi.org/10.4324/9781315041419
Wisnawa, I. M. B., Kartimin, I. W., & Hartini, N. M. (2022). Brand dan E-Marketing Pariwisata (W. N. Cahyo (ed.); First). Deepublish.
Wisnawa, I. M. B., Subadra, I. N., Kartimin, I. W., Aristana, I. N., Arsawan, I. W., & Hartini, N. M. (2023). Analyzing tourism brand loyalty and e-marketing development in Bali, Indonesia. Qubahan Academic Journal, 3(4), 314–331.
Zheng, T., Yu, J., Cheng, Q., & Pan, H. (2023). The influence mechanism and measurement of tourists’ authenticity perception on the sustainable development of rural tourism. Sustainability, 15(2), 1454. https://doi.org/10.3390/su15021454
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I Made Bayu Wisnawa, I Made Suwitra Wirya, I Made Hedy Wartana, Putu Bagus Suthanaya, Ida Ketut Kusumawijaya, I Ketut Yudana Adi, Ni Nyoman Nidya Trianingrum, I Ketut Eli Sumerta, Ni Luh Puspa Gayatri, Dimas Dwi Nanda, Maria Triquerta Ngadha, Anak Agung Ayu Angelina Fitri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





